planetarium5

Melihat Peristiwa Konjungsi Planet-Planet dan Bulan di Langit Jakarta (bersama teman perjalanan)

Bogor, 20 November 2015

 

Tepatnya tanggal 6 dan 7 November yang lalu, Saya dan teman-teman planetarium1menyaksikan peristiwa konsjungsi planet-planet dan bulan di langit jakarta. Berawal dari informasi dari Dud ttg kegiatan ini di WA. Langsunglah kami ajak teman-teman Dhan yang lainnya untuk ikut, sekaligus semacam reuni angkatan Dhan. Awalnya 8 orang antusias mendaftarkan diri. Namun keadaan berkata lain, ada saja halangan dan rintangan supaya kami bisa berkumpul sebanyak ini. Akhirnya fix hanya 4 orang yang dapat berangkat. Meeting point yang awalnya di stasiun cikini, karena sebelumnya ada yang dari pasar minggu, depok, cikarang, bekasi, bogor dan sekitaran jakarta, akhirnya kami memutuskan untuk meeting point di stasiun cikini. Tapi karena akhirnya hanya 4 orang yang bisa ikut, saya dan vet dari bogor, dud dari bekasi sepulang kerja dan rum langsung meluncur pakai gojek dari kantornya di jakarta.

Walau tidak sesuai dengan bayangan kami bahwa kami akan menonton teater bintang yang selalu saya banggakan karena merasa bahagia melihatnya sejak sd, tapi tidak. Malamnya mulai pukul 9 malam kami dengan ratusan orang lainnya berkumpul di salah satu sisi planetarium, mendengar penjelasan mengenai peristiwa konjungsi. Apa itu konjungsi.

12208612_1216071301742069_7679785610512495065_nKonjungsi adalah peristiwa bersejajarnya benda-benda angkasa di orbitnya, seperti gerhana matahari atau gerhana bulan yang terjadi karena sejajarnya bulan, matahari, dan bumi dengaan urutan sesuai kejadiannya apakah gerhana bulan atau gerhana matahari. Saya lupa urutannya. Nah. Konjungsi yang akan kita saksikan pada waktu itu adalah konjungsi antara planet-planet dan bulan. Ada planet jupiter, bulan, planet mars dan planet venus. Di langit mereka berjajar seperti urutan yang saya sebutkan tadi. Dari bumi kita bisa melihat planet-planet itu berjajar lurus disekita bulan dan terlihat seperti bintang yang bersinar terang, padahal itu adalah planet.

Setelah menerima penjelasan mengenai peristiwa konjungsi kami disuguhi film tentang nara darn ruang angkasa. Yang menurutku masih kurang cocok dengan kegiatan ini karena menggunakan bahasa inggris, dengan tempat yang kurangnyaman, dan durasi waktu yang sangat anjang, padahal banyak anak-anak disana. Dan seakan-akan film itu menjadi penyela pengisi kegiatan saja, dan jam 2 kami mendapatkan penjelasan mengenai menggunakan peta bintang yang sebelum acara telah panitia berikan kepada kami. Menurutku ini sangat menarik, mempunyai peta bintang dan mempelajari menggunakannya. Walaupun tidak bisa digunakan di Jakarta, karena polusi cahaya membuat langit Jakarta berwarna merah dan tidak ada bintang. Kalaupun ada hanya bintang terang saja yang terlihat, itupun dapat dihitung dengan jari, berbeda dengan beberapa tempat yang pernah saya singgahi di kampungku di Tegal di Kampus asrama bogor, di tengah hutan, di maluku dan bintang di taman nasional gunung gede pangrango di pagi buta awal melakukan pendakian. Walau begitu setidaknya saya punya peta bintang dan cukup tahu cara menggunakannya, sehingga saat nanti ada kesempatan pada tempat yang tepat, saya bisa menengadah di langit malam dan melihat bintang disana, dipandu dengan peta bintang mengetahui nama-nama mereka. Pengalaman yang seru sepertinya. Semoga bisa terlaksana. Walau entah kapan itu.

Lanjut lagi setelah dijelaskan tentang peta bintang, kami dijelaskan mengenai penggunaan teropong bintang. Saat penjelasan terpong bintang ini saya kembali teringat dengan materi fisika kelas dua  sma dan XII SMA yang menjelaskan tentang teropong bintang dan perhitungannya, perbesarannya, macam-macam lensanya dan bedanya dengan teropong bumi. Tapi memang masih abstrak dan hanya ingat sepintas lalu. Setelah itu barulah kami mengantri untuk ke atap planetarium, di sana telah disediakan kalau tidak salah 7 terpong bintang, 2 untuk meneropong planet venus, 2 untuk planet jupiter, 2 untuk mars dan satu untuk bulan. Teropong ini sudah diposisikan sehingga nanti pengunjung tingal meletakkan mata mereka untuk melihat objek yang sudah ditargetkan dari tiap teropong, jadi kami tidak perlu mencari-cari lagi. Sulit katanya.

Saatnya giliran kami naik ke atap dan melihatnya. Antrian dia tas ternyata panjang juga. Inilah pengalaman pertamaku meneropong menggunakan teropong bintang dan melihat planet dengan jelas. Bahkan planet jupiter yang saya lihat, disekitarnya saya juga melihat satelitnya yang hanya terlihat titik putih, ada lima, di sekitar planet jupiter. Dan jelas motif planet jupiternya. Bulan juga begitu jelas motifnya. Saat venus saya hanya melihat bulatan yang bersinar sangat terang. Itulah venus yang dijuluki planet bintang pijar kalau tidak salah. Saya kira hanya saya saja yang melihat Venus seperti itu, hanya terang tanpa terlihat motifnya, tapi memang seperti itu, teman-temanku yang lain juga melihatnya demikian. Mars tidak dapat kami lihat, karena ia tertetup oleh awan dan cerahnya lampu-lampu kota jakarta yang menjadi polusi . Ah, saya tak paham benar sebenarnya tentang polusi cahaya di langit jakarta ini. Akan saya cari tahu nanti.  planetarium5

Setelah puas melihat planet dan bulan akhirnya kami turun dan sholat shubuh disana. Kami sempatan beberapa waktu berfoto, karena ternyata ada anak APD lain yang juga ikutan, ces sip, al ga, al bun dan satu mela angkatan G4s (maaf, nama kami tidak sewajarnya nama kebanyakaan orang Indonesia, nama asrama kami malah lebih mirip dengan nama orang thailand). ini seperti APD Goes to Planetarium. Haha. Seusai itu kami berjalan menuju stasiun terdekat, yang sebelum sampai satasiun kami makan bubur ang di traktir sama rum. Terima kasih banyak. Kepulangan kami pun berpisah-pisah. Di stasiun cikini. Naik kereta bersama jurusan bogor, tapi satu persatu dari kami turun, pertama dud turun di cawang, kemudian mela entah saya lupa dia turun dimana, terus saya turun di tanjung barat untuk ke rumah mba emi, dan yang lainnya sampai stasiun bogor. Di stasiuan bogor pun ternyata mereka berpisah masing-masing. Venny ke padjadjaran untuk urus kartu nomer hp nya yang hilang, rum langsung ke kosan dan anak apd lainnya ke apd.

Ya seperti itulah… perjalanan dengan tujuan yang sama akan menjadikan sebuah pertemuan. Kami dari berbagai tempat akhirnya bertemu dan merasakan perjalanan di planetarium, hingga kami akhirnya berpisah dalam perjalanan yang perlu kami lanjutkan masing-masing. Ini seperti seperti hidup. Siapakah teman perjalananmu selanjutnya?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s