Pentingnya menjadi peMalu

Malu..

Tulisan ini awalnya terinspirasi dari tulisanya Bapak Komarudin hidayat di bukunya “berdamai dengan kematian”. Dalam buku tersebut, ada bab yang judulnya Allah aja pemalu. Nah, yang dimaksud pemalunya Allah itu adalah Allah malu jika ada seorang hambanya yang menengadahkan tangan dan memohon kepadanya atas segala kebaikan, Allah malu untuk tidak mengabulkannya.

Kembali lagi dengan rasa malu yang harus dimiliki oleh setiap insan manusia.

Penting banget memupuk rasa malu.. mungkin terkadang orang mendiskreditkan rasa malu menjadi salah satu sifat yang terbelakang, sifat yang membuat seseorang menjadi tidak lebih maju diabandingkan yang lainnya. Tetapi, rasa malu sesungguhnya membuat kita punya batasan. Batasan atas sikap yang dilakukan dan yang seharusnya dikerjakan.

Rasa malu akan membuat integritas kita tetap terjaga. Banyak contoh kecil yang membuat betapa malu itu ada dikehidupan sehari-hari, dari aktifitas yang mungkin nggak disadari kalau kita melaksanakannya karena malu. Kita akan menjaga kepercayaan orang lain, karena malu jika dianggap sebagai orang yang gagal menjaga amanah. Kita akan menjaga sikap kita dihadapan orang lain, karena kita malu saat ditertawakan dan dianggap sebagai manusia tak beretika. Kita akan mengerjakan segala tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya, karena malu jika dikeluarkan dari kelas karena tugas dilalaikan.

Walau mungkin sedikit terkesan kalau malu itu hanya berhubungan dengan hubungan antar sesama manusia, tetapi malu juga terkait erat dengan hubungan kita dengan Allah. Seharusnya malu tidak hanya kepada sesama manusia saja, tetapi malu karena Allah. Seharusnya menjadi malu jika kita tidak menjadi hamba yang taat pada perintah dan menjauhi larangan-Nya. Sebenarnya, rasa malu yang mendasar yang seharusnya dipupuk lebih awal adalah rasa malu kita kepada Allah. Jadi, jangan Cuma malu dihadapan manusia, tetapi malu karena Allah.

Salah satu sifat yang penting banget dijaga..
Malu untuk berbuat keburukan pastinya..

-tetap jaga rasa malu-

3 thoughts on “Pentingnya menjadi peMalu”

  1. Ane jadi ingat dengan Utsman bin Affan ra. Beliau adalah shahabat Rasulullah saw. yang sangat pemalu hingga Rasul bersabda bahwa bahkan malaikat pun malu kepada Utsman karena rasa malu Utsman tersebut.

    1. boleh sedikit diceritain ngak,suf? hehe… *(banyak maunya)
      mungkin bisa bikin tulisan tentang sifat pemalunya ustman bin affan yang mungkin nantinya bisa kita tiru. jadi ada contoh kasus dari zaman nabi. hehe

      1. Ide yang sangat bagus Qin. Kenapa enggak. Mumpung laporan PSL dan IHK dah beres kayaknya bisa refreshing dengan buat tulisan tadi..
        Ane suka mengkaji sejarah/sirah Nabi dan Shahabat..
        In syaa Allah kalau sudah jadi ane share..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s