Kepo #part1

Bogor, 12 Oktober 2013. Pukul 23.34

Sudah lama saya nggak menuangkan ide dan pemikiran dalam bentuk tulisan yang lebih sederhana kayak gini. Lelah sudah menuangkan ide dalam betuk tulisan berat-berat seperti makalah dan laporan dan sebagainya yang saat ini udah mulai mampet. Jadi harus diimbangi dengan tulisan dengan bahasan ringan kayak gini.

Entah mengapa pengen banget dari dulu membahas istilah “kepo” yang sekarang sudah merebak dikalangan remaja, tua dan dewasa, baik itu jantan maupun betina, bahkan bisa juga anakan *(bahasnya kayak bahas buat laporan pengelolaan satwa liar aja).

Kamu tau nggak sih tentang kepo?. Mungkin kamu sekarang jawab, “ih, qiqin kepo banget sih?”. Haha

Kepo. Menurut kitabgaul.com sih yang baru saya searching di internet adalah Berasal dari bahasa hokkian. Ke = Bertanya, Po (Apo) = Nenek2. Jadi artinya nenek2 yg suka bertanya2. Pingin tau banget gitu.. atau definisi lain mau tau urusan orang lain, atau bisa juga kepo adalah definisi sifat seseorang. Definisi lainya lagi *(waduh defifisinya banyak bener) Kepo itu singkatan dari kira2 Knowing Every Particular Object. Artinya ya sama maknanya kayak mau tau aja.

Dan yah, pengertian yang selama ini saya anut sih nggak jauh beda sama definisinya kitabgaul (haseek, berarti qiqin gaul dong).

Kepo itu adalah rasa ingin tau yang tinggi dan semangat banget buat nyari tau. Sebenernya nggak salah kalo sifat ini tertanam didiri manusia yang diciptakan sempurna *(lebay). Cuma dalam arti yang positif lho, karena kalo nggak ada rasa ingin tahu, manusia nggak benar-benar belajar. Dan kita bisa belajar karena adanya rasa ingin tahu, karena kita tidak tahu dan akan menuju menjadi tahu perlu belajar. Kepo= mau tau.

Kembali lagi ke definisi kepo yang artinya mau tau urusan orang lain. Sebenernya ada orang yang pengen banget di kepo-in ada juga orang yang anti di kepo-in. Dan kamu masuk ke klasifikasi orang yang mana? Biasanya sih, orang yang pengen banget di kepo-in sih sering banget update status. lagi ngapain, dimana, dengan siapa *(kayak laguny yolanda aja dari band terfenomenal di indonesia yng mempopulerkan poni untuk para kaum adam). Jujur sih, saya termasuk golongan orang yang mau di kepo-in. Tapi pada batas-batas tertentu aja di kepo-in. Haha. Nggak akan naif dah. Tapi memang sih, pada dasarnya orang itu maunya di kepo-in alias mau di cari tahu mengenai dirinya, dia sukanya seperti apa, nggak suka orang seperti apa. Jadi kepo itu wajar kok. Nggak usah jijik dengan kata kepo. Dan klasifikasi kedua yaiu orang yang ngak mau di kepo-in itu rasanya menurut saya sih nggak bener-bener ada.

Ok sekarang coba kamu jawab jujur. Sebenernya kamu seneng nggak sih di kepo-in?

Mungkin kamu bisa jawab lagi

“ih, qiqin kepo banget sih”

*(hadeh)

Jangan juga naif, bilang “ih, lo kepo-in gua ya di facebook?” padahal dengan kamu membuat akun sosial media aja, itu artinya memberikan sinyal kalo kamu itu minta di kepo-in.

Di sisi lain, kepo itu adalah salah satu bentuk perhatian orang lain ke kamu. Dan sudah menjadi kodratnya kalo kita bakal senang kalau diperhatiin orang lain. Jadi jangan salahin orang lain kalo ada yang kepo-in kamu.

Begitu ceritanya.

(bersambung)

3 thoughts on “Kepo #part1”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s