Kebun Binatang dan Taman Safari dalam Mengelola Keanekaragaman Hayati

Oleh: Saqinah Nur Rahmawati

salah satu penghuni kebun binatang ragunan (doc. Saqinah Nur Rahmawati)
salah satu penghuni kebun binatang ragunan (doc. Saqinah Nur Rahmawati)

Metode dalam pengelolaan keanekaragaman hayati dalam rangka menjaga kelestarian populasi dibagi menjadi dua yaitu konservasi insitu dan konservasi eksitu. Konservasi insitu adalah metode pengelolaan satwa maupun tumbuhan di dalam habitat alaminya, sedangkan Konservasi eksitu adalah upaya konservasi diluar habitat alaminya. Konservasi eksitu ini pada akhirnya memberikan manfaat bagi konservi insitu. Konservasi eksitu dimungkinkan dilakukan karena pada habitat alaminya tidak aman dilakukan konservasi isitu, sehingga konservasi eksitu menjadi jawabannya. Lembaga Konservasi eksitu adalah lembaga yang bergerak di bidang konservasi tumbuhan dan atau satwa liar. Bentuk lembaga konservasi eksitu ini salah satunya adalah kebun binatang dan taman safari. Menurut Laporan Seksi Lembaga Konservasi, 2007, Jumlah Orangutan yang berada di kebun binatang dan taman safari di tahun 2006 sebanyak 203 individu. Pembiakan dalam tangkapan di dalam kebun-kebun binatang adalah suatu cara untuk mempertahankan spesies-spesies dalam bahaya (Alikodra, 2010). Program-program di kebun binatang ataupun taman safari ini dapat terus dikembangkan, terutama karena besarnya peranan nya dalam membantu program pemerintah dalam melestarikan dan melindungi satwa liar.

Konservasi eksitu yang dilakukan di kebun binatang, taman safari selain bermanfaat bagi pelestarian keanekaragaman hayati saja tetapi menjadi saran pendidikan dan peningkatan kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga kelesaraian keanekaragamana hayati yang Indonesia miliki. Sesuai dengan Peraturan perundangan berupa Surat keputusan Menteri Kehutanan No.479/kpts-II/1998 tentang Lembaga Konservasi Tumbuhan dan Satwa liar disebutkan tujuan utama kebun binatang adalah sebagai tempat pemeliaraan atau pengembangbiaka satwa lair di luar habitatnya agar satwa tersebut tidak punah, serta tujuan kebun binatang lainnya yang tertuang dalam Instruksi Menteri adalam Negeri No.35/1997 tentang pembinaan dan pengelolaan Taman Flora Fauna di Daerah yaitu untuk pendidikan, penelitian dan sarana rekreasi. Keberadaan kebun binatang dan taman safari ikut membantu upaya konservasi insitu. (QQN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s