CBD (Convention on Bilogical Diversity)

Oleh: Saqinah Nur Rahawati

Ditandatangani di Rio de Jeneiro, Brazil pada tanggal 5 Juni 1992. Konteks Konvensi ini adalah mengkonservasikan keanekaragaman hayati dan pemanfaatannya secara bijaksana serta keadilan benefit sharing terhadap pemanfaaatan sumberdaya genetik.

Pembentukan CBD dilatarbelakangi oleh berbagai masalah dan pemikiran yang muncul diantaranya:

  1. Keanekaragaman memiliki nilai intrinsik dari kehidupan di bumi (pendekatan ekosentris)
  2. Keanekaragaman penting bagi keberlangsungan kehidupan manusia (pandangan antrposetris)
  3. Laju Kepunahan 2-8% sepanjang 25 tahun terakhir
  4. 40% ekonomi dunia dan 80% kebutuhan manusia berasal dari sumber daya alam hayati.

Terdapat 157 contracting parties –negara anggota- CBD (Convention on Bilogical Diversity) dengan kewajiban:

  1. Mengidentifikasi keanekaragaman hayati yang penting untuk konservasi dan pemanfaatannya secara berkelanjutan
  2. Memantau komponen-komponen keanekaragaman hayati yang telah diidentifikasi dengan memberikan perhatian khusus pada komponen-komponen yang memerlukan upaya konservasi segera dan komponen yang berpotensi terbesar bagi pemanfaatan secara berkelanjutan;
  3. Mengidentifikasi proses-proses dan kategori-kategori kegiatan yang dapat berdampak buruk bagi keanekaragaman hayati
  4. Memelihara dan mengorganisir data-data yang sudah didapatkan.

(QQN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s