Melejitkan Diri, Jadi Guru Selama Seminggu

Tegal, 18 Agustus 2012 pukul 14.42

Image
suasana di lapangan saat peserta mengikuti ceramah sebelum buka puasa bersama

Udah berlalu hari-hari liburan.. tinggal sisa beberapa hari lagi, puasa pun tinggal menunggu bedug maghrib. Sepanjang liburan ini sebenernya nggak banyak yang dilakukan. Selain nonton langsung Kick Andy, jemput adik dari pesantren, pulang kampung (ini di ceritain di lain hari ya..), ada pengalaman baru yang kulakukan, yaitu menjadi guru tamu selama seminggu. Sebenarnya tawaran kesempatan bUat jadi guru itu berbarengan sama tawaran buat ekspedisi ke salah satu Taman Nasional yang ada di Sumatera. Tapi waktunya berbentokan. Tawaran ngajar dari tanggal 6 sampai tanggal 11 Agustus, sedangkan ekspedisi itu baru selesai tanggal 10 *(kalo nggak salah).

Aku Ambil Kesempatan Ini

Aku menjadi guru tamu di pesantren Ramadhan Salah satu SMP Negeri di Bekasi. Selama seminggu banyak yang ku pelajari. Aku mengajar sirroh (sejarah), sejarah tentang Islam tentunya. Basic ku memang bukan dari pesantren seperti kakak-kakaku lainnya. Tapi aku sedikit banyak belajar tentang Islam. Pengalaman mengajarku juga tidak se-meroket kakak-kakaku yang lainnya. Tapi ku bulatkan tekad utuk menerima kesempatan ini untuk mengasah ilmuku, mengasah kepercayaan diriku, menjadikan ini ibadah di bulan Ramadhan dan menambah teman tentunya. Sekaligus menganggap ini sebagai kegiatan magang yang menjadi targetku selama liburan lebaran ini. Hehe, sekedar info saja, SMP ini lokasinya nggak jauh dari tempat lokasi shooting PPT (Para Pencari Tuhan), jadi ngak jarang pas lewat buat berangkat atau pulang ngajar ketemu sama beberapa pemain PPT dan nggak jarang juga pas lagi shotingnya. Tapi sayangnya belum ketemu sama pemeran tokoh Bang Jack yang menjadi salah satu inspiratorku, om Dedy Mizwar.

Tebarkan Kepercayaan diri

Pengalaman-pelajaran hidup seru ku dapatkan disini. Selama satu minggu mengajar, takkan ku sia-siakan buat meningkatan diri ini. Dengan berbekal cara mengajar dari pramuka dan matakuliah pendidikan konservasi waktu smester 4, kubuat kelas menjadi lebih hidup. Ku ajak siswa untuk aktif menjawab dan bertanya. Ku ajarkan pada mereka untuk berani mengangkat tangan dan berani mengemukakan apa yang ada dipikirkannya. Karena ku sedikit agak kecewa pada diriku yang belum sepenuhnya berani untuk bertanya dan menjawab pertannyaan di kelas saat kuliah. Dan kini ku bertekad untuk merubah diri. Selain itu, Sebelum mulai pelajaran kubuat suasana perkenalan menjadai lebih seru. Jadi saat perkenalan, siswa menyebutkan nama panggilan dan sifat baik yang mencerminkan dirinya. Sebagai contoh yang selalu ku berikan di tiap kelas yaitu

“Nama Saya Qiqin, sifat baik saya selalu positif thinking atau berprasangka baik”.

Jadi selain memberikan contoh, aku juga semakin memantapkan diri dengan apa yang ku ucapkan itu.

Kekuranganku yang Selalu Coba Diperbaiki

Kuselipkan Games sebagai bahan evaluasi mengajar. Reaksi siswa ada yang baik dan ada juga yang masih merasa kurang degan apa yang kulakukan. Ku tahu ini dari pesan dan kesan mereka  yang ditulskan pada selembar kertas kecil untuk evaluasi cara mengajar diriku. Kekurangan ku coba perbaiki setiap harinya, dari suara yang kurang keras, jangan galak *(ini efek dari PMS nih saat itu), kurang tliti, tulisan nggak jelas terbaca, sampai cara penyampaian yang masih belum cepat mereka pahami. Sampai-sampai ke-tomboy-an ku juga tertangkap oleh siswa. Sebenrnya lebih dari ini sih, tapi coba di cantumin dua dulu ya. Sebagai contoh nih, dua siswa di kelas yang sama nulis ini

“ kakak kayaknya tomboy, terus kakak orangnya asik kok”,

yang satu lagi nulis ini

“kakak manis tapi lebih manis kalo kaka ditingkatkan kefeminimannya”.

Dalam hati ku bersuara, apakah sebegitu keliatannya ya ke tomboyan ku ini.. haha. Ok deh, kaka (baca:qiqin) akan lebih feminim lagi. Ini meningkatkan tekadku lagi buat memperbaiki ketomboyanku, dan kurangnya memperhatikan penampilan. Terimakasih ya, udah kasih saran yang bisa melejitkan. Ada satu siswa yang bilang cara ngajarkU ngebosenin. Humh, pencilan sih, karena aku mengajar ratusan murid disini, dan sebagian besar merasa rileks dan tidak bosan dengan cara mengajarku. Tapi tetap ku perhatikan kok. Oh ya, ada juga yang bikin ku terharu. Salah satu siswa laki-laki yang bersikap ribut di kelas coba ku beri peringatan di kelas, dan seperti biasa di akhir pelajaran ku minta mereka untuk menuliskan pesan kesan untukku di selembara kertas kecil. Di sela-sela istirahat ku buka-buka tumpukan kertas kecil itu. Ku baca salah satunya. Walau tidak diberi nama,tapi ku tahu siapa yang menuliskan ini. Kertas itu bertuliskan tentang permintaan maafnya atas perilakunya dikelas yang membuatku marah. Tertulis begini

“bu maaafin saya kalo saya bandel”.

Tenang kok, sudah ku maafkan sebulum kamu meminta maaf.

Sisi Positiveku yang Terpancar

Selebihnya selain kekurangan-kekuangan yang dituliskan yang ku jadkan bahan evaluasi diri, kelebihan dan kebaikan bertubi-tubi mereka tuliskan di lembar kertas kecil itu. Banyak sekali, sampai-sampai ku tercengang sama yang mereka tuliskan. Tidak pernah menyangka bahwa kebaikan itu ternyata terpancar dan mereka tangkap dariku saat diri ini berhadapan dengan mereka. Dan itu menjadi motifasi buatku mempertahankannya. Mulai dari cara ngajarnya yang kreatif karena ada gamesnya, diriku yang murah senyum, nggak sombong, ramah, bijaksana, bisa bikin kelas jadi rileks dan nggak tegang, lucu, gampang bergaul, akrab, gokil, ceria, ramah, seru, baik, asik, buat kelas jadi nyaman, imut  dan satu yang membuatku ingin terbang yaitu mereka bilang aku ini cantik. Haha, senangnya. Teryata ada kecantikan dibalik ke-tomboy-an diriku ini yang coba sedikit demi sedikit dikikis.

Sampai Jumpa Lagi

Pengalaman yang menyenangkan, bisa ketemu dengan anak-anak ini. Dan dari sini ku tahu kalau diriku ini punya sisi positif yang bisa menjadi kekuatan diri, dan punya kekurangan yang bisa ku perbaiki untuk hari kedepannya. Seperti yang mereka tuliskan juga di lembar kertas kecil itu untuk tidak melupakan mereka dan sekolah mereka dan mengajar kembali di Ramadhan berikutnya. Akan ku lakukan sebisa mugkin. Dan seperti  kertas kecil lainnya juga yang bertuliskan

“aku sayang kakak”.

Aku juga sayang kalian. Walau hanya kenal satu minggu.

Semoga banyak pengalaman lain lagi dapat kubagi disini. Terimakasih semuanya…

-keep positive thinking-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s