Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (P2EH):Sebelas hari di Indramayu-Taman Nasional Gunung Ciremai

Bekasi, 3 Agustus 2012 pukul 14.19

Ini ceritaku tentang perjalanan Pengalaman P2EH di Indramayu-TN Gn. Cremai

Agak terlambat sih postingnya, tapi nggak apalah dari pada nggak sama sekali. Mungkin cerita ni bisa ku bagikan ke teman2 yang penasaran, ngapain aja sih P2EH? Mahasiswa baru Fahutan IPB di smester 3 biasanya udah mulai tanya-tanya ke senior nih tentang P2EH. Ngapain aja, apa aja yang harus disiapin supaya bisa mulai nabung lebih awal. Karna P2EH butuh biaya yang nggak sedikit.

Praktek Pengenalan Ekosistem Hutan, atau yang biasa disingkat P2EH adalah kegiatan rutin yang masuk dalam SKS Fakultas Kehutanan. P2EH dilaksanakan setelah UAS Semester 4 usai. Karena P2EH mahasiswa Fahutan nggak bisa ngambil SP (program kuliah disaat libur, buat menpercepat kelulusan), juga nggak bisa ikut acara IPB kayak IPB  goes to field (IGTF), karena waktunya berbentrokan. Tapi P2EH nggak kalah seru dari IGTF kok. seperti namanya, kami diperkenal kan pada ekosistem hutan yang ada di Indonesia, dimulai dari hutan pantai sampai hutan pegunungan atas. Nah kami berkunjung ke daerah yang memiliki keterwakilan ekosistem-ekosistem ini.  Untuk tahun 2012 ada lima jalur yang dianggap panitia (panitia disini adalah para dosen dan asisten praktikum) memenuhi kriteria*(liat contekan dulu yah, hehe..nggak hafal semua), *(copy paste ah…) CA Leuweung Sancang Timur-CA Papandayan, KPH Banyumas Barat (Cilacap)–KPH Banyumas Timur (Baturraden), CA Pangandaran–SM Gn.Sawal, CA Leuweung Sancang Barat–CA Kamojang, dan KPH Indramayu–TN Gn.Ciremai. Nah, sesuai sama hasil pengocokan undian yang sah kami yang sudah terbagi kedalam 5 kelompok jalur mendapatkan jalur KPH Indramayu-TN Gn. Ciremai. Agak kecewa sih, karena pas denger ada yang di daerah jawatengah, yaitu jalur Baturraden, jadi pengen dapet jalur itu. Tapi ya apa oleh buat, terima ajalah, dan coba menikmati aja.

Sesuai jaluR, ada 5 kelompok jalur. Dalam kelompok jalur itu ada dua kelompok sub jalur, jadi nanti ada yang mulai prakteknya dari gunung ke pantai dan ada satu lagi kelompok sub jalur yang mulai praktek dari pantai ke gunung. Nah qiqin masuk ke sub jalur yang memulai praktek dari hutan pantai ke hutan pegunungan, jadi kami berangkat ke indramayu dulu , baru ke Gunung Ciremai. Nah tiap sub jalur ini  dibagi kedalam empat kelompk kecil yang terdiri dari sepuluh orang. Tepatya aku kelompok 5A3 (5=Jalur Indramayu ke TN Gn.ciremai, A= memulai praktek dari hutan pantai, 3= kelompok kecil kami). Oh ya, Pengelolaan keuangan sepenuhnya dikembalian kepada kelompok. Waktu itu biaya yang dikeuarkan untuk P2EH itu 1juta (ini nggak termasuk biaya sks nya ya, bukan yang termasuk di KRS online). 1 juta ini buat apa? Uang ini buat biaya transportasi. akomodasi, makan dan lain-lain selama perjalanan dan menetap di indramayu dan TN Gn. Ciremai). Dan Alhamdulillah ada cash back nya 375rb. Jumlah cash back tiap jalur beda-beda. Balik lagi ke sisa uang yang digunakan. Jadi, kalo kelompok kalian irit dalam pemakaian uang, jadinya cash back nya banyak.

Kegiatan praktek plus perjalanan menuju lokasi dibuat menjadi sebelas hari, yaitu dari tanggal 1 -11 Juli. Kami berangkat dari IPB *(biasa kumpul di ATM Center, yaitu salah satu spot di IPB yang biasa dijadiin mahasiswa buat berkumpul dan memulai keberagkatannya, karena punya halaman parkir yang luas dan cukup buat bis) sekitar jam setengah 8an, padahal dijadwalkan kami berangkat jam 6, kebiasaan telat yang buruk. Balik lagi ke cerita.

Sampai di Indramayu sekitar jam 1an. Kita langsung turun dari bis. Awalnya kaget, karena kita turun di pinggir jalan. Terus ternyata kita ke rumhnya Polhut dulu untuk makan siang dan dan berangkat lag ke lokasi, naik mobil bak terbuka. Panasnya Naudzubillah, banyak tambak dan perjalanannya panjang banget kurang lebih makan waktu 30 menit. Sepanjang perjalanan itu nggak nemuin pemukiman warga, yang terlihat Cuma tambak kayak empang gitu, luas banget. Ada banyak burung yang berseliweran terbang diatas kita. Dan ada kambing laut *(ini sebutan kita aja, karena banyak banget kambing disini, ada-ada aja).

ini ada di sepanjang perjalanan menuju penginapan. warna airnya biru, karena langit yang biru
di sepanjang perjalanan, pepohonan jarang ditemui, karena didominasi sama tambak

Sampai di tempat kami menginap di  rumah warga. Kami menyewa dua rumah warga, yang lokasinya bersebelahan. For your info, air untuk mandi yang kami gunakan adalah air yang rasanya asin, maklum aja kan di dekat laut. Jadi,  untuk mandi butuh sabun yang super ekstra banyak, tapi jangan maksain juga, nanti persediaan sebun habis duluan lagi di Indramayu, yang irit yo. Kenapa? Soalnya sabunnya jadi nggak berbusa. Pengalaman yang mengesankan banget, mandi dengan air asin, dan kalo abis sikat gigi mulut ini rasanya asin, tapi ini nyembuhin para yang punya penyakit sakit gigi loh *(ini berdasarkan pengalaman sih, kalo waktu kecil gignya sakit, aku kumur-kumur pake air asin biar sembuh).

tempat tinggal sementara di indramayu

ngerujak, disela-sela egiatan

Kami tinggal di Indramayu sampai tanggal 5 dan di tanggal 6nya berangkat ke Gn. Ciremai. Selama hari tersebut kami melakukan analisis vegetasi di hutan alam dan hutan tanaman mangrove RPH Cemara, KPH Indramayu, terus berkunjung ke tambak garam, empang parit tumang sari budidaya bandeng dan pengkapan udang alami. Terus dijelaskan juga ada penghasilan lain dari hutan mangrove ini yaitu sirup yang terbuat dari buah pedada. Seru banget, kita menuju lokasi-lokasi ini pake perahu. Tapi sayangnya disini nggak ada hutan pantainya. Lucu liat anak-anak main di atas perahu di samping hutan mangrove, dan beenag disana. Seru banget ngeliatnya. Iri juga karena nggak bisa berenang. Oalah.

setelah melakukan analisis vegetasi di hutan tanaman mangrove rph cemara, kph indramayu. lokasinya, tepat di belakang kita foto..berenang di air lumpur setinggi dada.

salah satu sisi dari hutan mangrove di rph cemara, kph indramayu

melakuan pengukuran karateristik tajuk pohon di hutan alam mangrove