pra, pasca dan saat ujian tiba

Bogor, 9 April 2012

Hari ini ujianku matakuliah inventarisasi tumbuhan yang akrab disingkat dengan Inventum. Parahnya banyak soal yang belum ku selesaikan tadi. Awalnya ku coba menenangkan diri karena sheet  (catatan rumus-rumus) diambil karena terlampau banyaknya teori yang ku catat *(sheet nya jadi kayak contekan), jadinya di ambil deh sama Asisten Praktikum ku yang saat itu menhjadi pengawas.  Salahku juga karena tidak menghiraukan pendapat dan omongan teman-teman. Ku terlalu ngeyel..hadeh, qiqin,, qiqin,,,. awalnya ku menenangkan diri, terus pas pengawas bilang kalo waktu tinggal 30 menit lagi, aku langsung gugup. Baru satu soal yang SEDANG ku kerjakan. Artinya satu soal ini pun belum selesai. Hadeh.. waktu habis dan ku pasrah.. lemas… tapi ku coba menyemangat diriku bahwa masih ada kesempatan di selanjutnya, uts ini nilainya 30 persen, sedangkan masih ada 70 persen lainnya yang harus ku peroleh secara maksimal. Semangat. Dan ku coba kembali mengingat perkaaan pak *(aduh lupa nama dosennya, padahal enak dan baik banget ngajarnya) beliau bilang kalo ada nilai tambahan berupa keaktifan dan yang terpenting adalah Proses. Beliau juga memperhatikan proses dari belajar itu sendiri. Karena pada hakekatya belajar dilakukan secara terus menerus dan nilai akhir bukanlah segalanya, nilai itu hanya sebagai acuan taraf kepahaman kita. Karena memang cara kita memahami sesuatu itu berbeda-beda.  Ujian adalah tahap yang harus dilalui untuk mencapai pada taraf atau tingkat selajutnya.

Mengenai ujian, banyak sikap para pelajar yang biasa atau terlihat menjadi sebuha kebiasaan atau feomena unik yang terjadi sebelum, sesudah atau saat uijan. Ini kembali lagi pada kepribadian para pelajar itu sendiri.

Perilaku untuk yang biasa belajar lakukan sebelum ujian  yaitu baru mencari bahan kuliah semingu sebelum ujian dilaksanakan atau bahkan beberapa jam sebelum ujian dilaksanakan.  kemana aja selama kurang lebih 3 bulan belajar tapi g punya panduan atau catatan belajar. Sibuk main atau organisasi mungkin. Kedua, yaitu belajar secara kebut-kebutan kayak di arena balap. Pengennya selalu di kamar. Belajar. Atau malah sebaliknya, belajar buka buku bentar tapi mainnya yang lebih banyak, alasannya kalo belajar ngantuk, tapi pas nonton tv atau ngenet, mata ini rasanya terbelalak, mata serasa di ganjel sama batang korek api. Sialnya buat orang-orang yang kebut belajar ini kalo mati lampu. Seperti yan kualami sekarang. Mati lampu dan belum siap sepenuhnya untuk ujian besok ditambahl lagi gangguan dari serangga yang satu ini. NYAMUK. Nyamuk bisa ngasih manfaat atau bahkan memberikan masalah, manfaatnya adalah karana ada nyamuk, otomatis rasa kantuk terusik oleh rasa gatal yang ditimbulkannya, tapi negatifnya adalah kita  jadi sibuk menggaruk-garuk dengan harapan rasa gatal hilang dan seibuk mengusir nyamuk agar ia enyah dari sekeliling kita dan tujuan untuk belajar nggak terapai karna konsentras buyar.  Pra ujian juga ada fenomena unik lagi, yaitu tempat fotokopian jadi penuh sama pengunjung buat fotocopy bahan ujian, dari nyari bahan ujian ditumpukan kertas sampai  ngantri berjam-jam, dan jadi penderita karena dititipi oleh belasan bahkan puluhan teman. Bukan Cuma tempat fotocopy-an yang penuh, tapi juga toko cemilan kiloan juga dipadati mahasiswa buat beli cemilanyang bakalnemenin mereka belajar. Ada lagi, pra-ujian setiap orang sibuk megang catetan baik itu kertas isi slide atau bahkan neneteng-nenteng buku kemana-mana. Jadi bisa dibedakan antara orang yang sudah selesai ujian dengan orang yang baru mau ujian, yaitu dilihat dari apa yang ada di tangan mereka saat dimanapun ia berada. Buat yang belum dan baru mau akan ujian dia megang kumpulan kertas, sedang yang udah ujian  dia megang HP atau jajanan yang siap dilahap habis.

Pada saat ujian. Berbagai tingah laku pelajar yang unik, menggelitik, sampai yang miris terjadi. Untuk sebagian pelajar mencontek adalah hal yang wajar. Berbaga trik mencontek dilakukan , mulai dari menuliskan materi yang diperkirakan ada di ujian pada kertas kecil, atau beberapa bagian tubuh, dan tidak jarang dari mereka melakukan kerjasama dengan saling membantu memberikan jawban dengan bersuara rendah atau bahkan memberikan kode-kode jawaban. Bagi mereka yang belum percaya diri untuk mengerjakan soalnya sendiri biasanya memohon-mohon pada teman yang dipercaya telah belajar dan mampu mengerjakan soal untuk duduk tidak jauh darinya, degan harapan mendapaka contekan dan dapat mencontek dengan aman dan nyaman.

Tapi buat teman-teman yang sudah siap akan mengerjakan soal dengan tenang, bahkan mungkin menggebu-gebu.

Pasca ujian, beberapa mahasiswa mempersiapkan  materi untuk ujian selanjutnya, dan sebagian besar merefresh diri sejenak,, melupakan kesalahan dalam mengerjakan soal saat ujian tadi.  Sebagian lagi masih membahas dan merasa menyesal karena tidak menjawab soal dengan benar, biasanya mereka terlihat lesu, pandangan mengawang dan ada pula yang  membentak2 diri karena saah memilih jawaban.

Apapun yang terjadi . ku akan mencoba melakukan hal yang positif pada Pra Ujian, Saat ujian dan Pasca ujian. Keep always POT (baca: positif thinking).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s