Tugas Pendalaman RAE (book review)

TUGAS PENDALAMAN

Nama : Saqinah Nur Rahmawati

       NRP       : E34100082

Book Review

Judul Buku        : Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut: Pendekatan Ekologi, Sosial-Ekonomi,  kelembagaan, dan sarana wilayah.

Pengrang           : Prof. Dr. Ir. H. Ambo Tuwo, DEA

Penerbit             : Briian Internasional

Tahun Terbit      : 2011

Tebal halaman   : xii + 412 halamanemerintah

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mendorong pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut secara berkelanjutan, namun belum mendatangkan hasil sesuai yang diharapkan. Bahkan saat ini, malah muncul kecenderungan meningkatnya aktivitas pemanfaatan yang mengancam kelestarian sumberdaya pesisir dan laut. Ekowisata pesisir dan laut merupakan bentuk pemanfaatan yang diyakini dapat mambantu mengatasi masalah tersebut. Diduga kuat bahwa pengembangan ekowisata pesisir dan laut selama ini belum berhasil dengan baik,, karena belum dipertimbngkan berbagai pengelolaaan yang terkait untuk ekowisata. Komponen yang sering terabaikan atau luput dalam pengembangan ekowista pesisir dan laut antara lain: kondisi ekosistem pesisir dan laut, sosial-ekonomi, kelembagaan, dan sarana wilayah.

Bagi negara tertentu, ekowisata merupakan objekwisata yang sangat penting karena mendatangkan devisa yang besar. Ekowisata merupakan jenis wisata yang paling murah, karena hanya menjual pengalaman atau “rasa” kepada wistawan. Jika pemerintah bersama masyarakat berhasilm engembangkan ekowisata pesisir dan laut maka akan diperoleh tiga manfaat sekaligus, yaitu kelestarian sumberdaya pesisir dan laut terjamin, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan tidak perlu mengeluarkan biaya konservasi sumberdaya pesisir dan laut.

Salah satu penyebab belum terkelolanya potensi pesisr dan laut secara optimal adalah karena sistem kelembagaan yang ada belum mendukung pengembangn sektor kelautan (Budiharsono,2001). Selain itu belum terkelolanya secara optimal, pola pemanfaatannya yang ada saat ini cenderung destruktif.

Ekowisata pesisir laut merupakan bentuk wisata yang dikelola dengan pendekatan berkelanjutan, dimana pengelolaan bentang alam diarahkan pada kelestarian sumberdaya pesisir dan laut, pengelolaan budaya masyarakat diarahkan pada kesejahteraan masyarakat pesisir, dan kegiatan konservasi diarahkan pada upaya menjaga keberlangsungan pemanfaatan sumberdaya pesisir untuk waktu kini dan masa datang. Pendekatan tersebut harus menjamin kelestarian lingkungan.

Ada beberapa prinsip pengembangan Ekowisata yang harus dipenuhi untuk dapat menjamin keutuhan dan kelestarian ekosistem pesisir laut yaitu:

  1. Mencegah dan menanggulangi dampak dari aktivitas wisatawan terhadap bentang alam dan budaya masyarakat lokal
  2. Menyadarkan wisatawan dan masyarakat lokal akan pentingnya konservasi
  3. Mengatur agar kawasan yang digunakan untuk ekowisata dan manajemen pengelola kawasan pelestarian dapat langsung menerima penghasilan dan pendapatan. Retribusi dan pajak konservasi dapat digunakan secara langsung untuk membina, melestarikan, dan meningkatkan kualitas kawasan pelestarian
  4. Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam rencana dan pengembangan Ekowisata
  5. Keuntunugan ekonomi yang diperoleh secara nyata dari kegiatan ekowisata  harus dapat mendorong masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan pesisir laut
  6. Semua upaya pengembangan, termasuk pengembangan fasilitas  dan utilitas, harus tetap harmonis dengan alam
  7. Pembatasan pemenuhan permintaan karena umumnya daya dukung ekosistem alamiah rendah daripada daya dukung ekosistem buatan
  8. Apabila suatu kawasan dikembangkan untuk ekowisata, maka devisa dan belanja wisatawan dialokasikan secara proposional dan adil untuk pemerintah pusat dan daerah.

Ekowisata memiliki tiga kriteria, yaitu memberi nilai konservasi yang dapat dihitung, melibatkan masyarakat, serta menguntungkan dan dapat memelihara dirinya sendiri. Ketiga kriteria, tersebut dapat dipenuhi bila pada setiap kegiatan ekowisata memadukan empat komponen, yaitu ekosistem, masyarakat, budaya, dan ekonomi.

Ekowisata mempunyai banyak dampak positif, namun terlepas dari itu ada dampak negatif yang ditimbulkan. Dampak negatif ini muncul apabila ekowisata tidak dikelola dengan baik, salah satunya dilupakannya kepentingan ekonomi masyarakatl okal. Sehingga haruslah diperhatikan beberapa hal pada seitap perncanaan ekowisata. yaitu jumlah wisatawan, karakteristik wisatawan dengan berbagai keinginan untuk berwisata, tipe dari aktivitas ekowisata yang akan ditawarkan pada sebuah kawasan ekowisata, struktur masyarakat yang berada pada kawasan, kondisi lingkungan sekitar yang ada pada sekitar kawasan, kemampuan masyarakat untuk beradaptasi terhadap perkembangan kepariwisataan sehingga diperlukan analisa dampak wisata pada setiap obyek dan daya tarik wisata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s