Proposal Group Project Pengamatan Serak jawa (Tyto alba)

PROPOSAL GROUP PROJECT RESEARCH

POPULASI SERAK JAWA (Tyto alba Scopoli 1769) DI KAMPUS

INSTITUT PERTANIAN BOGOR DARMAGA

 

Disusun Oleh:

M. Ahda Agung Arifian                 E 34100125

Ade Saefullah Abdul Kholik          E 34100004

Wida Agustina                                E 34100027

Saqinah Nur Rahmawati                 E 34100082

Dosen:

Prof. Dr. Ir. Hadi Sukadi Alikodra, MS

Dr. Ir. Abdul Haris Mustari, M.ScF

Dr. Ir. Yeni Aryanti Mulyani, M.Sc

 

Asisten:

Insan Kurnia, S.Hut

Hery Jamaksari, S.Hut

 

DEPARTEMEN KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011

PROPOSAL

GROUP PROJECT RESEARCH

 

JUDUL                  : POPULASI SERAK JAWA (Tyto alba Scopoli 1769) DI KAMPUS INSTITUT PERTANIAN BOGOR DARMAGA

KELOMPOK        : 25

KOORDINATOR  : M. Ahda Agung Arifian                     E34100125

ANGGOTA           : Ade Saefullah Abdul Kholik                E34100004

Wida Agustina                                      E34100027

                                 Saqinah Nur Rahmawati                       E34100082

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Mengetahui,

          Dosen Pembimbing,                                                            Asisten

 

 

 

 

Dr. Ir. Abdul Haris Mustari, M.ScF                                       Hery Jamaksari, S.Hut

NIP. 19651015 1991103 1 003

 

 


 

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada areal kampus IPB Darmaga masih dapat dijumpai berbagai jenis satwaliar. Keberadaan jenis-jenis satwaliar terutama burung  tersebut bagi IPB merupakan kekayaan yang dapat mendukung terciptanya suasan kampus selaras dengan lingkungan yang alami (Hernowo, 1991 ).

Keanekaragaman burung di kampus IPB Darmaga cukup tinggi, terdapat sekitar 72 jenis burung (Kurnia 2003). Serak jawa merupakan salah satu jenis burung yang ada di IPB, berukuran besar (34 cm), mudah dikenali sebagai barung hantu putih. Muka putih, berbentuk hati dan lebar. Tubuh bagian atas kuning bertanda merata, tubuh bagian bawah putih dengan bintik-bintik hitam keseluruhan. Warna umumnya bervariasi. Remaja: Kuning lebih gelap.
Iris coklat, paruh dan kaki kuning kotor. Muncul pada sore hari melewati daerah terbuka, terbang rendah dengan kepakan tanpa suara. Bersarang dilubang-lubang pohon atau gedung.

Pengamatan dilakukan dalam tiga lokasi di kampus IPB yaitu Gedung Graha Wisuda (GWW), Fakultas Kehutanan, dan Sylvasari. Pengamatan dilakukan untuk menghitung populasi Serak jawa di kampus IPB karena sejauh ini belum ada pengambilan data mengenai populasi Serak jawa di kampus IPB.

 

1.2 Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah populasi Serak jawa di Kampus IPB Dramaga.

 

1.3 Tinjauan Pustaka

            1.3.1 Taksonomi

            Serak jawa adalah jenis burung karnivor (raptor) dari suku Tytonidae. Dalam bahasa Inggis dikenal dengan sebutan barn owl dan dalam bahasa Malaysia dikenal dengan nama jampok kubur. Taksonomi Serak jawa dengan Kingdom : Animalia, Phylum : Chordata, Subphylum : Vertebrata, Class : Aves, Order : Strigiformes, Family : Tytonidae, Species : Tyto alba.(ADW,2011)

 

1.3.2 Morfologi

            Sayapnya yang bulat adalah ciri khas dari Serak jawa, menjadikannya dapat menukik dengan baik dan kuat. Wajahnya berbentuk seperti hati dengan dua cekungan yang membantu menyalurkan suara ke telinganya. Bulu pada sayapnya dapat meredam suara pada saat terbang sehingga mangsa tidak mengetahui keberadaannya. Memiliki empat jari kaki yang sedikit kasar dengan cakar yang tajam. Sisik pada bantalan kaki memberikan kemampuan untuk mencengkram. Daun telinga tertutupi bulu, telinga kiri lebih tinggi dari pada telinga kanannya, sehingga terdapat perbedaan waktu untuk  suara yang ditangkap Serak jawa, membantunya menentukan mangsa.

 

1.3.3 Habitat

Daerah terbuka, dataran rendah yang berumput dengan sedikit pepohonan adalah tipe habitat dari Serak jawa, juga ditemukan pada habitat kering seperti daerah pertanian dan pinggir jalan. Serak jawa menghindari banyaknya pohon dan sangat sulit ditemukan di daerah gurun. Serak jawa menghindari daerah pegunungan, wilayah utara yang ditutupi salju lebih dari sebulan, karena mangsa dapat bersembunyi dibalik salju. Keberadaan Serak jawa paling banyak di Eropa Utara dan Asia, dari Skotlandia Utara sampai Rusia Timur dan Kanada. Serak jawa sering hinggap di bangunan tua, pohon berongga, dan juga dalam gua.

 

1.3.4 Penyebaran

Serak jawa tersebar hampir di seluruh dunia. Di Jawa dan Bali, Serak jawa merupakan burung yang jarang terdapat di hutan bakau dan di daerah dataran rendah, biasanya dekat dengan laut (MacKinnon, 1995). Serak jawa juga tidak umum ditemukan di Kalimantan dan di dataran rendah Sumatera, tetapi tersebar di Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan (mungkin akibat penebangan hutan), dan ada kemungkinan masuk ke Kalimantan Selatan (MacKinnon, 2010).

 

1.3.5 Perilaku

Sepanjang hari Serak jawa bersembunyi dalam lubang yang gelap di rumah, pohon, gua, batu karang atau vegetasi yang rapat (termasuk hutan mangrove). Muncul pada sore hari di daerah terbuka, terbang rendah di atas tanah dengan kepakan sayap yang tidak bersuara.Bersarang di lubang-lubang pohon atau di gedung. Teriakannya dengan nada tinggi yang serak dan kasar “whiiikh” atau “se-rak” juga suara “ke-ke-ke-ke-ke”tinggi (McKinnon, 2010). Makanannya berupa tikus besar dan kecil, kalong, kadang-kadang burung, reptil, amphibi, dan serangga besar.

BAB II METODOLOGI

2.1 Waktu dan Lokasi

No

Tanggal

Pukul

Tempat

1. 31 Oktober- 2 November 2011 18.30-21.30 WIB Graha Widya Wisuda
2. 3-5 November 2011 18.30-21.30 WIB Fakultas Kehutanan
3. 6-8 November 2011 18.30-21.30 WIB Sylva Sari

 

2.2 Alat dan bahan

Kegiatan pengamatan dilakukan pada malam hari, membutuhkan headlamp, alat tulis, buku penuntun lapang (field guide) mengenai jenis-jenis burung Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali serta binokuler.

 

2.3 Metode

Pengamatan secara langsung dengan menghitung jumlah Serak jawa di kampus IPB dengan membedakan antara dewasa dan remaja.

 

DAFTAR PUSTAKA

[ADW] Animal Diversity Web. 2011. Tyto alba. http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/accounts/pictures/Tyto_alba.html [15-10-2011].

Kutilang. 2011. Konservasi Serak jawa. http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/serak-jawa/. [15-10-2011].

Mackinnon J, Karen P, van Balen B. 2000. Burung-Burung di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan (Termasuk Sabah, Sarawak dan Brunei Darussalam). Jakarta : LIPI.

MacKinnon J.1993. Panduan Lapang Pengenalan Burung-Burung di Jawa dan Bali. Penerjemah : Sukianto Lusli, Yeni Aryati Mulyani. Edisi Asli: Field Guide to The Birds of Java and Bali. Yogyakarta : Gajah mada university press.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s