zoogeografi isi (penyebaran hewan endemik di Kalimantan)

Penyebaran Hewan Endemik di Kalimantan

 

Di susun oleh:

Saqinah Nur Rahmawati / E34100082

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN KONSERVASI SUMBER DAYA HUTAN DAN EKOWISATA

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.                     Latar Belakang

Indonesia merupakan negara mega biodiversitas  ke-3 di dunia setelah Brazil dan Zaire (RI, 1994). Negara mega biodiversitas adalah predikat yang diberikan kepada suatu negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.  Dengan predikat ini Indonesia telah diakui dunia akan keanekaragaman hayatinya yang tinggi. Indonesia memiliki 10% tumbuhan berbunga (27000 jenis), 12% mamalia (515 jenis), 16% satwa amphibi (217 jenis) dan 17% aves (1539 jenis) (Marthen, 2003). Hal ini memungkinkan Indonesia memiliki banyak satwa endemik.

Penyebaran fauna di Indonesia termasuk fauna endemik tidak lepas dari sejarah penyebaran fauna di dunia berdasarkan karakteristiknya. Ilmu yang mempelajari penyebaran ini disebut zoogeografi (Nur, 2007). Zoogeografi di dunia dibagi kedalam beberapa wilayah. Indonesia memiliki 2 wilayah biogeografi (Zoogeografi dan Biogeografi) yaitu kawasan oriental dan wilayah Australia dengan transisi diantaranya yaitu daerah Wallacea (Mittermeir dkk, 1997). Sehingga secara kesluruhan ndonesia memiliki tiga wilayah persebaran fauna. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan Indonesia dapat disebut sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. .

Dua pusat utama keanekaragaman hayati di Indonesia adalah Kalimantan dan Papua. Kalimantan sangat kaya akan satwa burung dan rnamalia. Walaupun hanya menutupi kurang dari 0.2% perrnukaan humi, yakni dengan luas 539.460 km persegi (pulau terbesar ketiga di dunia), satu dari dua puluh burung dan mamalia yang telah diketahui dapat dijumpai di Kalimantan. Fakta-fakta ini membuat Kalirnantan sebagai salah satu kawasan penting di dunia dalam perlindungan keanekaragaman hayati. Begitu juga dengan hewan endemik Kalimantan yang harus terus dilestarikan agar tidak terjadi kepunahan.

1.2.                     Rumusan Masalah

  1. Bagaiana persebaran fauna di dunia?
  2. Bagaimana persebaran fauna di Indonesia?
  3. Apa saja hewan endemik di kalimantan?
  4. Upaya apa saja yang dilakukan untuk pelestarian hewan endemik di Kalimantan?

 

1.3.                     Tujuan

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Ekologi satwa liar, mengetahui  apa saja hewan endemik yang ada di Kalimantan serta penyebaran (Zoogeografi) dan upaya yang dilakukan untuk pelestariannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Persebaran Fauna di dunia

Ilmu yang mempelajari persebaran fauna di muka bumi ini disebut Zoogeografi. Persebaran hewan di muka bumi ini ada penghalangnya sehingga terjadi pembagian-pembagian. Andaikan tidak ada hambatan-hambatan maka persebaran hewan akan berjalan terus. Kesamaan-kesamaan karakteristik fauna ini salah faktor penyebabnya yaitu bahwa menurut sejarah geologi dunia ini berasal dari satu benua atau benuanya mnyatu seluruhnya. Benua ini disebut pangea atau benua tertua, yang kemudian pecah.. Oleh karena itu pola persebaran fauna tidak setegas persebaran flora. Adakalanya hewan khas di suatu wilayah juga terdapat di wilayah lainnya.

Pada tahun 1876 Alfred Russel Wallace membagi wilayah persebaran fauna atas 6 wilayah yaitu:

a.WilayahEthiopian
Wilayah persebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah Selatan Gurun Sahara, Madagaskar dan Selatan Saudi Arabia. Hewan yang khas daerah ini adalah: gajah Afrika, badak Afrika, gorila, baboon, simpanse, jerapah. Mamalia padang rumput seperti zebra, antilope, kijang, singa, jerapah, harimau, dan mamalia pemakan serangga yaitu trengiling. Mamalia endemik di wilayah ini adalah Kuda Nil yang hanya terdapat di Sungai Nil, Mesir.

Namun di Madagaskar juga terdapat kuda Nil namun lebih kecil. Menurut sejarah pulau Madagaskar pernah bersatu dengan Afrika. Wilayah Ethiopian juga memiliki hewan yang hampir sama dengan di wilayah Oriental seperti: golongan kucing, bajing, tikus, babi hutan, kelelawar, dan anjing.

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Fauna Ethiopian.

b.WilayahPaleartik

Wilayah persebarannya sangat luas meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Sovyet, daerah dekat Kutub Utara sampai Pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai Jepang, Selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara. Kondisi lingkungan wilayah ini bervariasi, baik perbedaan suhu, curah hujan maupun kondisi permukaan tanahnya, menyebabkan jenis faunanya juga bervariasi. Beberapa jenis fauna Paleartik yang tetap bertahan di lingkungan aslinya yaitu Panda di Cina, unta di Afrika Utara, binatang kutub seperti rusa Kutub, kucing Kutub, dan beruang Kutub. Binatang-binatang yang berasal dari wilayah ini antara lain kelinci, sejenis tikus, berbagai spesies anjing, kelelawar. Bajing, dan kijang telah menyebar ke wilayah lainnya.

 

 

Gambar 2. Fauna Palearktik.

 

c.WilayahNearktik
Wilayah persebaranya meliputi kawasan Amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan Greenland. Hewan khas daerah ini adalah ayam kalkun liar, tikus berkantung di Gurun Pasifik Timur, bison, muskox, caribau, domba gunung. Di daerah ini juga terdapat beberapa jenis hewan yang ada di wilayah Palearktik seperti: kelinci, kelelawar, anjing, kucing, dan bajing.

Gambar 3. Fauna Nearktik.

 

  1. WilayahNeotropikal
    Wilayah persebarannya meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah ini sebagian besar beriklim tropik dan bagian Selatan beriklim sedang. Hewan endemiknya adalah ikan Piranha dan Belut listrik di Sungai Amazone, Lama (sejenis unta) di padang pasir Atacama (Peru), tapir, dan kera hidung merah. Wilayah Neotropikal sangat terkenal sebagai wilayah fauna Vertebrata karena jenisnya yang sangat beranekaragam dan spesifik, seperti beberapa spesies monyet, trenggiling, beberapa jenis reptil seperti buaya, ular, kadal, beberapa spesies burung, dan ada sejenis kelelawar penghisap darah.

e.WilayahOriental
Fauna di wilayah ini tersebar di kawasan Asia terutama Asia Selatan dan Asia tenggara. Fauna Indonesia yang masuk wilayah ini hanya di Indonesia bagian Barat. Hewan yang khas wilayah ini adalah harimau, orang utan, gibbon, rusa, banteng, dan badak bercula satu. Hewan lainnya adalah badak bercula dua, gajah, beruang, antilop berbagai jenis reptil, dan ikan. Adanya jenis hewan yang hampir sama dengan wilayah Ethiopian antara lain kucing, anjing, monyet, gajah, badak, dan harimau, menunjukkan bahwa Asia Selatan dan Asia Tenggara pernah menyatu.

 

Gambar 4. Fauna Oriental

f. Wilayah Australian

Wilayah ini mencakup kawasan Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, dan pulau-pulau sekitarnya. Beberapa hewan khas wilayah ini adalah kanguru, kiwi, koala, cocor bebek (sejenis mamalia bertelur). Terdapat beberapa jenis burung yang khas wilayah ini seperti burung cendrawasih, burung kasuari, burung kakaktua, dan betet. Kelompok reptil antara lain buaya, kura-kura, ular pitoon. jadi satu daratan dengan Afrika.

 

 

2.2 Persebaran fauna di Indonesia

 

Gambar 5.  Persebaran fauna di Indonesia

            Dapat dilihat pada gambar di atas bahwa Kepulauan Indonesia dibagi menjadi  tiga wilayah persebaran fauna, yaitu:

  1. Sundaic

Pulau  yang termasuk kedalam wilayah ini adalahpulau  Kalimantan, pulau jawa, pulau Sumatera, pulau Bali. Fauna sundaic memiliki kemiripan dengan fauna Asia. Fauna sundaic antara lain adalah: gajah India di Sumatera, harimau terdapat di Jawa, Sumatera, Bali, badak bercula dua di Sumatera dan Kalimantan, badak bercula satu di Jawa, raliahan antara fauna Asia dengan fauna Auatralia.orang utan di Sumatera dan Kalimantan, Kancil di Jawa, Sumatera dan Kalimantan, dan beruang madu di Sumatera dan Kalimantan. Di Nusa Tenggara terdapat sejenis cecak terbang yang termasuk binatang Asia. Fauna endemik di daerah ini adalah, badak bercula satu di Ujung kulon Jawa Barat, Beo Nias di Kabupaten Nias, Bekantan/Kera Belanda dan Orang Utan di Kalimantan.

 

Gambar 6 . Berbagai jenis fauna Sundaic.

 

  1. Wallacea

Fauna Wallacea ( peralihan) tersebar di Maluku, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Daerah fauna Peralihan dibatasi oleh garis Wallace yang membatasi dengan fauna di dataran Sunda dan garis Weber yang membatasi dengan fauna di dataran Sahul. Fauna pada wilayah ini memiliki kemiripan peraliahan antara fauna Asia dengan fauna benua Auatralia. Contoh faunanya antara lain: babi rusa, anoa, kuskus, biawak, katak terbang. Katak terbang ini juga termasuk fauna Asiatis. Di daerah fauna peralihan juga terdapat fauna endemik seperti: Komo di P.Komodo dan pulau-pulau sekitarnya, tapir (kerbau liar), burung Kasuari di Pulau Morotai, Obi, Halmahera dan Bacan.

Gambar 6. Fauna Peralihan.

  1. Australis

Fauna yang terdapat di wilayah ini terdapat di Irian Jaya dan pulau-pulau disekitarnya. Binatang-binatangnya mempunyai kesamaan dengan binatang-binatang di benua Australia. Daerah ini juga disebut fauna dataran Sahul, contohnya antara lain: kanguru, kasuari, kuskus, burung cendrawasih dan berbagai jenis burung lainnya, reptil, dan amphibi.
Gambar 8.  Fauna Australis.

2.3  Fauna Endemik Kalimantan

Kalimantan adalah pulau ke-3 terbesar di dunia . Hal yang menarik dari kalimantan adalah di Kalimantan tidak terdapat harimau, padahal Kalimantan masuk dalam wilayah Sundaic yang memiliki ciri fauna mirip dengan Fauna Asia. Karena luasnya Kaliamantan, sesuai dengan  teori biogeografi pulau yang menyatakan bahwa jumlah spesies yang terdapat ada suatu pulau akan ditentukan oleh luas pulau (BAPPENAS, 2003). Kalimantan pun terdapat fauna endemik yang cukup banyak.

Menurut  Undang-Undang No.5 tahun 1990 pasal 20 ayat (2), yang dimaksud satwa endemik  adalah satwa yang terbatas penyebarannya (Pamulardi, 1995).  Hewan endemik Indonesia adalah hewan-hewan yang hanya ditemukan di Indonesia dan tidak ditemukan di tempat lain. Indonesia adalah negara dengan endemisme (tingkat endemik) yang tinggi. (Mittermeier dkk, 1997). Diperkirakan terdapat lebih dari 165 jenis mamalia, 397 jenis burung, lebih dari 150 reptilia, dan lebih dari 100 spesies ampibi yang tercatat endemik di Indonesia (Martha, 2010)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Yanto Santosa dkk tahun 2008,  mahasiswa Fahutan,  menyatakan bahwa terdapat lima jenis mamalia dari lima tipe habita yang merupakan  satwa endemik Kalimantan yang terdapat di T.N. Tanjung Putting  yaitu bekantan (Nasalis larvatus), kelasi (Presbytis rubicunda), kijang kuning (Muntiacus atherodes), owa kelawat (Hylobates agilis) dan nying-nying besar (Chiporodomys major). Tambahan hewan endemik Kalimantan lainnya adalah:

Bajing Tanah (Lariscus hosei) ,Bajing Telinga Botol (Callosciurrus adamsi) Burung Sempidan Kalimantan (Lophura bulweri). Burung Rangkong (Buceros rhinoceros) Burung Tokhtor Kalimantan (Carpococcyx radiceus) , Kadal Coklat Kalimantan (Lanthanotus borneensis). Katak Tanpa Paru-Paru (Barbourula kalimantanensis) , Kera Belanda (Nasalis larvatus), Kucing Merah (Felis badia), Owa-owa (Hyllobates muelleri),  Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus), Landak Kalimatan (Thecurus crassispinis), Lutung Dahi Putih (Presbytis frontata), Lutung Merah (Presbytis rubicunda), Macan Dahan (Neofelis diardi) (Fajar,2010).

Banyaknya jenis hewan endemik Kalimantan harus diimbangi dengan upaya plestarian yang nyata, karena ijka hewan endemik tersebut di eksplotasi oleh oknum yang hanya memikirkan individu diriya sendiri maka hanyalah sebuah mimpi anakcucu kita dapat melihat banyaknya hewan endemik yang Indonesia, khususnya Kalimantan miliki. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan adalah mendirikan pusat rehabilitasi hutan untuk penyelamatan satwa khas Indonesia.( Dephut RI, 2006). Selain itu  dibutuhkan pula perangkat hukum yang tegas untuk menyikapi segala bentuk kejahatan yang menggangu ekosistem dan habitat hewan endemik  tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

             Zoogeografi adalah ilmu yang mempelajari penyebaran fauna di muka bumi ini. Alfred Russel Wallace membagi nya ke dalam 6 wilayah yaitu:

  1. WilayahEthiopian,
  2. Wilayah Paleartik,
  3. WilayahNearktik,
  4. Wilayah Neotropikal,
  5. Wilayah Oriental,
  6. Wilayah Australian.

Tiap wilayah memiliki cirri khas faunanya masing-masing. Begitu juga fauna yang Indonesia miliki yang dibagi dalam 3 wilayah, yaitu :

1. Sundaic, wilayahnya di  Indonesia bagian barat (sumatera, jawa, kalimantan hingga selat makassar dan selat lombok) dengan hewan  badak, harimau, orangutan, gajah, dsb.

2. Wallace (peralihan), wilayahnya di Indonesia bagian tengah (sulawesi dan nusa tenggara) dengan hewan  Babi rusa, kuskus, burung maleo, kera, dll.

3. Australia, wilayahnya Indonesia bagian timur (papua) dengan hewan Burung cendrawasih, burung kakatua, kangguru, dsb.

Kalimantan memiliki hewan endemik yang cukup banyak. Hewan endemik ini harus dilestarikan dengan pemgelolaan dan  pengawasan yang baik, serta ukungan dari seluruh pihak dan laisan masyarakat.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

BAPPENAS. 2003. Indonesia Bioiversity Strategy and Action plan 2003-2020.    Jakarta.

Marthen, T.L. dkk . 2003. Fauna Endemik Sulawesi: Permasalahan dan Usaha     Konevasi.

Maryanto, Ibnu, Woro A. Noerdjito. 2006.  Flora Fauna Jawa Barat. Bogor:        LIPI Press.

Mittermeier,R.A.,P.Roblesgil & C.O. Mittermeier 1997. Megadiversity Earth          Biologically Wealthiest Nations. Quebecor Printing In. Canada. 17-97.

Pamulardi, Bambang. 1995. Hukum Kehutanan dan Pembangunan Bidang             Kehutanan.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

RI. 1994. Rencana Pembangunan Lima Tahun VI. 9/95-1998/99.Buku III RI,        Jakarta.

Santosa, Yanto, Eko Prasetyo Ramadahan, Dede Aulia Rahman. 2008. Studi          Keanekaraganman Mamala pada Beberapa Tipe Habitat di Stasiun       Ambung  Taman Nasional Tanjung Putting Kalimantan Tengah. Media                  Konservasi vol. B No. 3 Desember 2008: 1-7.

Wadojo, Siswanto.2006.  Kehutanan Indonesia 2005-2006. Jakarta: Dephut RI

Martha, Fajar. 2010. Hewan Endemik Indonesia. [terhubung berkala]: http://biolgipedia.       blogsot.com [15 September 2011]

Nur, Fajar Ichwan. 2007. Biogeografi dan Persebaran hewan di Muka Bumi.          [terhubung berkala]: http://fajarichwannoor.wordpress.co m / [15 September         2011].

[Anonim]. 2009. Jenis dan Persebaran Fauna di Indonesia dan Dunia. [terhubung     berkala]:http://www.edukasi.net  [15 September 2011].

[Anonim].  2008.  Persebaran Flora & Fauna/ Hewan & Tumbuhan di Indonesia-    Ilmu Geografi.[terhubung berkala]: http://www.organisasi.org (15          September 2011).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s